Pages

Membangun Jiwa Yang Positif


Banyak orang yang berfikir, bahwa sebuah kepositifan persoalan adalah diawali dengan berfikir positif, lalu menjadi sebuah kebiasaan berfikir positif. Tidak sedikit orang mengira dengan berfikir positif saja dapat menjadikan kita sebagai orang yang selalu positif. Tidak semua seperti itu sahabatku.
indexPemikiran yang positif, perasaan yang positif akan ada pada manusia berawal dari kebiasaan membangun jiwa yang positif. Bagaimana cara membangun jiwa yang positif dalam diri kita? Pertanyaan ini terkadang jadi buah pemikiran dan perenungan saya berhari-hari, karena membangun jiwa positif adalah menggunakan energi besar dalam kadar penyatuan rasa dan perasaannya sendiri, membangun jiwa yang positif adalah bagaimana kita menempatkan diri kita pada hal-hal yang positif dan dapat diterima secara akal sehat manusia dan memenuhi sarat moralitas dalam kehidupan kita.
 
Pembangunan sebuah jiwa yang positif, ditandainya dengan rasa empati dan sikap yang netral terhadap setiap persoalan, memutuskan perkara secara benar, dan mempertahankan kebenaran sebagai dasar ketentuan dalam kehidupan. Sikap yang dalam hal ini yang paling sensitif adalah prasangka, karena prasangka itu bersentuhan dengan perasaan dan perasaan pun terkoneksi dengan pemikiran. Apapun prasangka Anda akan mempengaruhi kehidupan Anda dalam rutinitas pergaulan Anda.
 
Prasangka merupakan awal dari pemikiran seseorang dalam menyatakan sikap atas sebuah persoalan. Karena, prasangka haruslah selalu baik sehingga mengundang kebiasaan baik dalam berprasangka itu sendiri, sehingga pemikiran kita pun selalu berada dalam pemikiran yang benar.
Jadi intinya adalah membangun jiwa yang positif, akar permasalahnnya adalah prasangka seseorang, mengorganisir pemikirannya pada hal-hal yang baik dan terpuji, sehingga melahirkan pemikiran positif yang hasilnya tindakan pun menjadi positif.
 

0 komentar:

Posting Komentar